Cara Pakai Dongkrak Mobil yang Aman Agar Sasis Tidak Penyok

Cara Pakai Dongkrak Mobil yang Aman Agar Sasis Tidak Penyok

Mengganti ban bocor atau mengecek kolong mobil sebenarnya bisa Anda lakukan sendiri tanpa harus menunggu montir. Kuncinya ada pada pemahaman tentang cara pakai dongkrak mobil secara tepat. Dongkrak adalah alat mekanis yang berfungsi mengangkat beban kendaraan sebagian, sehingga ruang gerak di bawah roda atau sasis menjadi terbuka.

Banyak pemula asal menaruh dongkrak karena mengira semua bagian besi di bawah mobil itu kuat. Padahal, salah menempatkan titik tumpu bisa membuat sasis mobil penyok, bodi penyok, atau yang paling fatal, mobil merosot dan menimpa Anda. Artikel ini akan menjadi panduan utama Anda untuk menguasai teknik mendongkrak yang aman, efisien, dan sesuai standar mekanik profesional.

Jenis Dongkrak Mobil yang Sering Dipakai

Sebelum praktik, Anda harus tahu dulu jenis alat yang ada di bagasi. Umumnya, pabrikan mobil seperti Toyota, Honda, atau Daihatsu sudah menyediakan dongkrak bawaan. Berikut adalah dua jenis yang paling sering dijumpai:

1. Dongkrak Gunting (Mechanical Scissor Jack)

Ini adalah jenis dongkrak paling standar yang wajib ada di setiap mobil penumpang, mulai dari City Car sampai LMPV. Cara kerjanya memanfaatkan poros sekrup yang diputar manual pakai tuas engkol. Kelebihannya adalah bentuknya ringkas dan tidak memakan tempat di bagasi.

2. Dongkrak Buaya (Hydraulic Floor Jack)

Dongkrak ini menggunakan sistem fluida hidrolik untuk menghasilkan daya angkat. Bentuknya punya empat roda dan sering Anda lihat di bengkel ban atau pencucian mobil. Cara pakainya jauh lebih ringan karena Anda tinggal memompa tuasnya naik-turun.

4 Titik Tumpu Dongkrak (Jacking Points) yang Benar

Setiap kendaraan roda empat punya titik khusus yang didesain tebal untuk menahan bobot mobil. Titik ini disebut jacking points. Jangan pernah memasang dongkrak di luar area ini jika tidak ingin merusak struktur bodi.

Berikut adalah lokasi umum yang aman pada mobil modern berstruktur monokok maupun ladder frame:

Titik Samping Depan (Front Side Points)

Lokasinya berada di bawah kolong mobil, tepat di belakang roda depan. Jaraknya sekitar 10 sampai 15 sentimeter dari spakbor. Tandanya adalah besi pelat tebal yang menonjol ke bawah.

Titik Samping Belakang (Rear Side Points)

Posisinya berada di depan roda belakang. Sama seperti bagian depan, Anda akan melihat bagian besi sasis yang diperkuat. Di sinilah tempat terbaik jika Anda ingin mengganti ban belakang yang bocor.

Aksel Roda Belakang (Rear Axle)

Khusus untuk mobil penggerak roda belakang (RWD) dengan sasis tangga seperti Toyota Innova atau Mitsubishi Pajero Sport, Anda bisa menempatkan dongkrak langsung di bawah rumah gardan (differential housing) atau batang aksel belakang.

Subframe Depan (Front Crossmember)

Untuk mengangkat dua roda depan sekaligus menggunakan dongkrak buaya, Anda bisa mencari besi melintang yang menghubungkan suspensi kanan dan kiri di bawah mesin. Pastikan posisinya tepat di tengah besi penyangga utama.

Panduan Langkah Demi Langkah Cara Pakai Dongkrak Mobil

Mari kita masuk ke tutorial teknisnya. Pastikan Anda mengikuti urutan ini demi keselamatan kerja.

Langkah 1: Parkir di Tempat Datar dan Aktifkan Rem Tangan

Jangan pernah mendongkrak mobil di jalanan yang miring atau tanah yang gembur. Cari permukaan aspal atau semen yang rata. Setelah berhenti, tarik rem tangan (handbrake) dengan kuat. Jika mobil Anda bertransmisi otomatis, geser tuas ke posisi P (Park). Untuk mobil manual, masukkan ke gigi 1 atau gigi mundur sebagai pengunci tambahan.

Langkah 2: Ganjal Roda yang Tidak Diangkat

Gunakan balok kayu, batu bata, atau wheel chocks khusus untuk mengganjal ban. Jika Anda ingin mendongkrak bagian depan, ganjal ban belakang, begitu juga sebaliknya. Ini penting untuk mencegah mobil bergerak maju atau mundur saat terangkat.

Langkah 3: Kendurkan Baut Ban Sedikit Saja

Jika tujuan Anda adalah mengganti ban, kendurkan semua baut roda (lug nuts) menggunakan kunci pas sebelum mobil terangkat dari tanah. Cukup putar setengah putaran berlawanan arah jarum jam. Mengapa? Karena kalau mobil sudah melayang, ban akan ikut berputar saat Anda mencoba membuka baut yang keras.

Langkah 4: Posisikan Dongkrak dan Angkat Perlahan

Intip ke bawah kolong dan sesuaikan ujung atas dongkrak dengan titik tumpu sasis yang sudah kita bahas tadi.

  • Jika pakai dongkrak gunting, putar sekrupnya dengan tangan sampai menyentuh besi sasis, baru pasang tuas engkolnya.
  • Jika pakai dongkrak buaya, pastikan katup hidroliknya sudah diputar searah jarum jam sampai mengunci, lalu pompa tuasnya.

Angkat mobil sampai ban terangkat sekitar 5 hingga 10 sentimeter dari permukaan tanah. Jarak ini sudah cukup untuk melepas roda dengan mudah.

Langkah 5: Pasang Jack Stand Demi Keamanan Ekstra

Dongkrak hidrolik atau mekanis bisa saja malafungsi atau kehilangan tekanan secara mendadak. Jika Anda harus bekerja di kolong mobil dalam waktu lama, wajib memasang jack stand (penyangga besi tetap) di samping dongkrak sebagai penahan cadangan. Jangan pernah mengandalkan dongkrak bawaan saja untuk menahan beban mobil sendirian.

Kesalahan Fatal yang Harus Anda Hindari

Sebagai pemilik mobil, hindari kebiasaan buruk berikut saat menggunakan dongkrak:

  • Menaruh dongkrak di lantai kabin: Lantai mobil terbuat dari pelat besi tipis. Jika dipaksa menjadi titik tumpu, dongkrak akan langsung menjebol lantai dan menembus ke dalam kabin.
  • Mendongkrak di atas tanah basah tanpa alas: Dongkrak akan ambles ke dalam tanah karena beban berat. Jika terpaksa, beri alas berupa papan kayu tebal atau tegel di bawah kaki dongkrak sebagai fondasi.
  • Menggoyang-goyang mobil yang sedang terangkat: Tindakan ini sangat berbahaya karena bisa menggeser posisi dongkrak dan merubuhkan kendaraan.

Setelah urusan selesai, turunkan mobil secara perlahan. Untuk dongkrak hidrolik, putar katup pembuang tekanan secara halus dan sedikit saja agar mobil tidak langsung ambruk ke bawah. Setelah roda menyentuh tanah, kencangkan kembali semua baut ban dengan pola menyilang menggunakan kekuatan penuh. Simpan kembali semua peralatan ke dalam bagasi dengan rapi agar siap digunakan saat kondisi darurat berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *