Simbol kuning menyerupai penampang ban dengan tanda seru di tengah panel instrumen menandakan lampu TPMS mobil menyala akibat deviasi tekanan angin ban minimal 25% di bawah batas standar pabrikan. Sistem bernama Tire Pressure Monitoring System (TPMS) ini bekerja menjaga keselamatan berkendara dengan memberi peringatan dini sebelum ban kehilangan daya cengkeram, mengalami defleksi berlebih, atau meledak di jalan raya.
Sebagai penyedia layanan armada sewa mobil di Jakarta lewat Jakrent, kami rutin memeriksa sistem telemetri ban ini sebelum unit meluncur ke tangan pelanggan. Memahami cara membaca indikator TPMS bukan cuma soal mematikan lampu peringatan di dasbor, tapi langkah pencegahan fatal saat mengemudi di rute harian maupun luar kota.
Daftar Isi
ToggleCara Kerja Tire Pressure Monitoring System pada Mobil Modern
Sistem pemantau tekanan ban membaca kondisi roda memakai dua mekanisme berbeda. Mengenali tipe yang terpasang di mobil Anda mempermudah proses deteksi masalah:
1. Direct TPMS (dTPMS)
Sistem ini menempatkan sensor nirkabel fisik terpadu bersama pentil ban (valve stem) di dalam setiap pelek. Sensor dTPMS membaca angka riil tekanan ban (satuan PSI atau Bar) beserta suhu ban secara real-time, lalu memancarkan sinyal radio frekuensi (RF 315 MHz atau 433 MHz) langsung ke modul kontrol bodi mobil (Body Control Module / BCM).
- Kelebihan: Data angka tekanan sangat presisi dan mampu mendeteksi roda mana yang kempis secara spesifik.
- Kelemahan: Baterai koin lithium-ion internal di dalam sensor sensor bisa habis setelah 5–7 tahun pemakaian.
2. Indirect TPMS (iTPMS)
Sistem ini tidak memakai sensor tekanan fisik di dalam ban. Komputer mobil memanfaatkan sensor kecepatan putaran roda milik Anti-lock Braking System (ABS) dan modul kontrol stabilitas elektronik (Electronic Stability Control / ESC). Roda yang kekurangan angin memiliki diameter lingkaran lebih kecil, sehingga berputar sedikit lebih cepat dibanding roda lainnya saat mobil melaju lurus.
- Kelebihan: Bebas biaya penggantian baterai sensor roda dan lebih tahan banting saat bongkar pasang ban.
- Kelemahan: Baru membaca anomali setelah mobil melaju beberapa kilometer dan tidak menampilkan angka PSI secara mandiri.
Arti Pola Notifikasi Indikator TPMS di Panel Speedometer
Saat memutar kunci kontak ke posisi ON, lampu indikator TPMS menyala 2–3 detik untuk self-check lalu mati. Namun, jika lampu tetap aktif saat mesin menyala, perhatikan dua pola utamanya:
| Pola Lampu TPMS | Indikasi Kerusakan / Kondisi | Tindakan Cepat |
| Menyala Konstan (Diam) | Tekanan angin pada satu atau beberapa ban turun drastis di bawah ambang batas aman. | Segera menepi ke tempat datar, periksa fisik ban, dan isi angin sesuai standar stiker pilar B. |
| Berkedip 60–90 Detik Lalu Menyala Diam | Kegagalan sistem elektronik, modul penerima terganggu, atau baterai sensor dTPMS habis. | Lakukan reset TPMS mandiri. Jika tetap berkedip, bawa mobil ke bengkel untuk pemindaian OBD2. |
4 Penyebab Utama Lampu TPMS Tiba-Tiba Aktif
Munculnya sinyal kuning di dasbor tidak selalu berarti ban robek atau bocor tertancap paku. Beberapa faktor berikut kerap menjadi pemicunya:
- Perubahan Suhu Udara Ekstrem: Udara menyusut saat dingin. Parkir semalaman di area berpendingin atau guyuran hujan lebat bisa menurunkan tekanan ban 1–2 PSI secara alami, cukup untuk memicu ambang batas sensor.
- Kebocoran Halus (Slow Leak): Paku kecil yang menancap rapat atau pentil ban yang aus perlahan membuang udara tanpa terlihat kempis secara kasat mata.
- Baterai Sensor Roda Melemah: Pada mobil berusia di atas lima tahun, baterai internal sensor dTPMS mulai drop, memutus komunikasi radio ke modul BCM.
- Salah Kalibrasi Pasca Rotasi Ban: Memindahkan posisi ban depan ke belakang tanpa melakukan re-learning membuat modul membaca sinyal di posisi roda yang keliru.
Langkah Darurat Saat Simbol TPMS Menyala di Jalan
Jika indikator ini menyala saat Anda sedang melaju kencang di jalan tol:
- Jangan Rem Mendadak: Pertahankan kendali kemudi dengan dua tangan. Perlambat laju mobil secara halus menggunakan deselerasi mesin dan rem bertahap.
- Cari Titik Berhenti yang Aman: Masuk ke rest area atau bahu jalan yang lapang, pasang segitiga pengaman, dan aktifkan lampu hazard.
- Cek Fisik dan Tekanan Riil: Gunakan tire pressure gauge portabel. Cocokkan angka tekanan dengan label rekomendasi pabrikan yang tertera di stiker pilar pintu pengemudi (biasanya berkisar 32–36 PSI untuk mobil penumpang).
- Isi Angin atau Ganti Ban Cadangan: Pompa kembali ban yang kurang angin. Bila jarum terus turun cepat, pasang ban serep sebelum melanjutkan perjalanan.
- Prosedur Reset Mandiri: Setelah tekanan semua ban normal, tekan dan tahan tombol reset TPMS di bawah setir sampai lampu berkedip tiga kali, atau kalibrasi ulang melalui menu pengaturan di layar MID (Multi-Information Display).
Standar Keamanan Ban Armada Jakrent
Kenyamanan perjalanan Anda di wilayah Jabodetabek hingga rute antarkota bergantung penuh pada empat tapak ban yang menyentuh aspal. Di Jakrent, seluruh unit sewa—mulai dari MPV keluarga seperti Toyota Avanza dan Innova Zenix hingga SUV premium—melewati prosedur pengecekan ban ketat sebelum serah terima kunci.
Tim mekanik kami memeriksa kondisi fisik tapak ban, memastikan kedalaman alur di atas batas TWI (Tread Wear Indicator), menyetel tekanan angin menggunakan gas nitrogen murni, serta memastikan sensor TPMS terkalibrasi presisi. Anda bisa menyewa armada mobil lepas kunci maupun dengan pengemudi profesional di Jakrent tanpa rasa waswas akan kendala ban di tengah jalan. Hubungi tim operasional Jakrent untuk reservasi unit yang prima dan siap tempur menempuh rute perjalanan Anda.




