Lokasi APAR di mobil yang paling tepat adalah di area yang mudah dijangkau oleh pengemudi, seperti di bawah jok depan atau di dekat konsol tengah, serta wajib terpasang menggunakan bracket (braket) khusus agar tidak bergeser. Menentukan titik penyimpanan Alat Pemadam Api Ringan ini bukan cuma soal estetika kabin, melainkan tentang keselamatan nyawa dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.
Membawa alat pemadam di dalam kendaraan roda empat kini sifatnya wajib, bukan lagi sekadar aksesori opsional. Jika terjadi korsleting listrik pada komponen mesin atau muncul percikan api akibat kecelakaan, hitungan detik sangat menentukan apakah mobil Anda bisa diselamatkan atau habis terbakar.
Daftar Isi
ToggleAturan Resmi Pemerintah tentang APAR di Kendaraan
Kewajiban membawa alat pemadam ini diatur secara hukum oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.972/AJ.502/DRJD/2020. Peraturan ini menegaskan bahwa setiap mobil baru yang diproduksi atau dijual di Indonesia wajib dilengkapi dengan fasilitas pemadam api mandiri.
Pemerintah menetapkan aturan ini demi menekan angka kecelakaan fatal akibat kebakaran di jalan raya. Jika Anda membiarkan kabin mobil kosong tanpa alat keselamatan ini, Anda bisa terkena sanksi saat ada pemeriksaan kelayakan kendaraan. Selain itu, pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia juga berhak melakukan edukasi dan peneguran terkait kelengkapan komponen keselamatan ini.
Rekomendasi Lokasi APAR di Mobil Paling Strategis
Menyimpan alat pemadam tidak boleh asal ditaruh di dalam bagasi belakang yang tertumpuk barang-barang belanjaan. Saat kondisi darurat, Anda akan kehilangan waktu berharga hanya untuk membongkar muatan. Berikut adalah titik penyimpanan terbaik di dalam kabin:
1. Di Bawah Jok Penumpang Depan
Ini adalah area paling ideal dan direkomendasikan oleh banyak pakar keselamatan otomotif. Posisi ini membuat pengemudi tinggal menjulurkan tangan ke bawah kursi sebelah kiri untuk mengambil tabung pemadam. Pastikan tabung diikat kuat menggunakan braket yang dibaut ke lantai atau rangka jok agar tidak menggelinding ke area pedal gas saat Anda melakukan pengereman mendadak.
2. Di Dekat Konsol Tengah atau Samping Transmisi
Untuk mobil dengan ruang kabin yang agak luas, area di samping konsol tengah dekat tuas transmisi bisa jadi pilihan. Posisi ini sangat terbuka dan terlihat jelas, sehingga penumpang depan maupun pengemudi bisa mengaksesnya dalam waktu kurang dari tiga detik.
3. Di Bawah Dasbor Depan
Area kosong di bawah dasbor (dashboard) bagian penumpang juga sangat strategis. Posisi ini memanfaatkan ruang mati yang jarang terpakai namun tetap berada dalam jangkauan pandangan mata.
4. Di Dekat Pintu Pengemudi (Doortrim)
Beberapa jenis mobil memiliki kantong pintu atau ruang kompartemen samping yang cukup besar. Jika ukurannya pas dengan tabung pemadam berkapasitas kecil, Anda bisa memasangnya di sana menggunakan pengikat velcro atau braket custom.
Jenis dan Spesifikasi APAR Mobil yang Ideal
Anda tidak bisa menggunakan sembarang tabung pemadam yang biasa dipasang di gedung-gedung besar. Untuk kendaraan roda empat, ada spesifikasi khusus yang harus dipenuhi:
- Ukuran dan Kapasitas: Gunakan tabung dengan berat berkisar antara 0,5 kilogram sampai 1 kilogram. Ukuran ini dinilai paling pas karena ringan, mudah dioperasikan dengan satu tangan, dan tidak mempersempit ruang kabin mobil.
- Media Pemadam Api: Sangat disarankan memakai jenis Dry Chemical Powder (bubuk kimia kering) atau Clean Agent (seperti gas CO2 atau jenis gas ramah lingkungan lainnya). Bubuk kimia kering sangat efektif memadamkan kebakaran Kelas A (benda padat seperti kain jok atau karpet), Kelas B (bahan bakar minyak atau bensin), dan Kelas C (korsleting sistem kelistrikan aki dan kabel).
Bahaya Menyimpan Alat Pemadam di Tempat yang Salah
Jangan pernah menaruh tabung pemadam langsung di bawah terik matahari secara terus-menerus, misalnya di atas dasbor bagian atas dekat kaca depan. Suhu di dalam mobil yang terparkir di bawah matahari bisa melonjak hingga lebih dari 60 derajat Celsius.
Suhu ekstrem yang terlalu panas berisiko menaikkan tekanan di dalam tabung besi tersebut. Hal ini berpotensi merusak katup pengaman (safety valve) atau bahkan memicu kebocoran gas pendorong seperti Nitrogen (N2) yang ada di dalamnya. Jika gas pendorongnya habis atau bocor, alat tersebut sama sekali tidak akan berfungsi saat Anda menekannya dalam kondisi darurat.
Tips Merawat Tabung Keselamatan di Dalam Kendaraan
Agar alat penyelamat ini selalu siap pakai kapan saja, lakukan pengecekan rutin minimal satu bulan sekali dengan langkah-langkah berikut:
- Periksa Jarum Manometer: Pastikan jarum pada indikator tekanan (pressure gauge) selalu menunjuk ke area hijau (green zone). Jika jarum sudah turun ke area merah, segera bawa ke tempat pengisian ulang karena itu tandanya tekanan gas pendorongnya sudah habis.
- Kocok Tabung Secara Berkala: Khusus untuk media bubuk kimia kering, balikkan posisi tabung dari atas ke bawah beberapa kali sebulan sekali. Langkah ini bertujuan agar bubuk di dalam tabung tidak menggumpal akibat getaran konstan dari mesin mobil selama perjalanan.
- Cek Tanggal Kedaluwarsa: Setiap tabung memiliki masa kedaluwarsa media, biasanya antara 1 tahun hingga 5 tahun tergantung merek dan jenis bahan kimianya. Selalu catat tanggal pengisian terakhir pada stiker perawatan yang menempel di badan tabung.
Mengetahui titik penempatan dan cara merawat alat pemadam ini adalah bagian dari tanggung jawab setiap pemilik kendaraan demi menjaga keselamatan bersama di jalan raya.
Apakah Anda sudah memasang bracket APAR dengan benar di bawah jok mobil Anda sekarang?




